FAKTA KABAR KALIMANTAN

BERITANYA AKURAT & TERPERCAYA

Kecamatan GBA Gelar Apel Gabungan Siaga Bencana Kekeringan dan Karhutla


Buntok - Pemerintah Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) Gelar Apel Gabungan Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hulan dan Lahan (Karhutla), Senin 27 Juli 2026, di halaman Kantor Kecamatan GBA.

Apel gabungan tersebut dihadiri langsung oleh Camat GBA Armadi, ST MM yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kapolsek GBA, yang mewakili Danramil 1012 GBA, Dewan Adat Dayak (DAD), Damang, para Kepala Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan dan undangan lainnya.

Upacara tersebut diikuti pula oleh personil Danrami7l 1012 GBA, personil Polsek GBA, pemadam kebakaran dari PT. Kalimantan Barito Persada, personil Kecamatan GBA, personil Puskesmas Tabak Kanilan dan dan Puskesmas Patas I,  mahasiswa  UPR yang sedang melaksanakan KKN di wilayah GBA dan siswa SMAN GBA.

Camat GBA Armadi, ST MM dalam amanatnya menghimbau kepada semua agar meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi resiko berupa penurunan debit air sungai/sumber air baku, cuaca ekstrim, gangguan pelayanan air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, penurunan produksi perikanan, kebakaran hutan dan lahan serta terganggunya sistem transportasi sungai dibeberapa wilayah yang berdampak menimbulkan masalah pada penditribusian dan stabilitas pangan pokok.

Terbatasnya akses air bersih berakibat banyak warga mengkonsumsi air yang terkontaminasi, hal ini memicu dehidrasi dan penyebaran wabah penyakit, termasuk kolera, tifus, dan masalah kulit.

"Dalam menghadapi masalah ini dan dalam rangka Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Perangkat Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa, dan masyarakat harus berada dalam satu komando informasi yang cepat ke POSKO. Bersama ini Saya Selaku camat GBA meminta bantuan kepada Pemerintah Desa bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Penyuluh Pertanian, Tenaga Kesehatan, Relawan MPA, Kelompok Organisasi Masyarakat, RT/RW dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat untuk mengaktifkan kembali Posko Siaga Kekeringan dan Karhutla Tingkat Desa serta aktif dalam melakukan patroli gabungan dan pemantauan di titik-titik rawan hotspot. Dan Jika menemukan titik api sekecil apa pun, lakukan pemadaman awal dan segera laporkan ke POSKO serta sampaikan segera informasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena Karhutla berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan", ujar Camat GBA.

Ditambahkan mantan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Barsel ini, agar bersama-sama bergotong royong untuk menjaga sumber air kita, membersihkan saluran air, memperbaiki tandon-tandon penampungan air jika ada, menyiapkan penampungan air komunal dan mencegah pencemaran Sungai/ Sumur.

Bilamana terjadi penurunan debit air sungai/sumber air baku yang berdampak pada sektor pertanian, perikanan, Air Bersih untuk masyarakat, agar segera melaporkan kepada Kepala Desa, Camat, Polsek dan danramil melaui Babinkantibmas dan Babinsa yang ada di Desa, BPBD Kabupaten dan Perangkat Daerah terkait.

"Menjaga kelestarian alam dan keselamatan warga Kecamatan Gunung Bintang Awai adalah tugas mulia kita bersama. Mari kita jadikan apel gabungan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan pijakan awal dari kerja keras dan kesiapsiagaan kita di lapangan. Saya atas nama Forkopincam Mengajak kita semua yg hadir di upacara ini, untuk memperkuat Sinergi dan kerja sama, karena pencegahan KARHUTLA bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggungjawab bersama antara TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah desa, Perusahaan, MPA Desa dan seluruh lapisan masyarakat Kec. GBA", ucap Camat.

Semantara Kapolsek GBA Iptu Andreas Arnodus SH MM mengatakan, hari ini kita bersama mengikuti apel gabungan siaga bencana kekeringan dan karhutla.
Kegiatan ini tentunya dilatarbelakangi musim kemarau yang datang pada saat ini, yang begitu memancing untuk membuat suhu menjadi tinggi sehingga terjadinya kekeringan di wilayah Kecamatan GBA.
Yang mana ini tentunya perlu untuk kita sikapi bersama dengan kesiapsiagaan yaitu dengan melibatkan seluruh komponen baik itu TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, maupun masyarakat peduli api, serta perusahaan.

"Tentunya kita bekerja sama untuk menangani karhutla di wilayah ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dengan bekerjasama inilah kita diharapkan, juga pihak perusahaan yang ada di GBA, yang alat pemadam kebakarannya sudah begitu lengkap. Kita sudah melaksanakan langkah langkah seperti langkah persuasif yakni pencegahan dengan mensosialisasikan bagaimana membuka lahan tidak dengan cara membakar", ujarnya.

Yang mewakili Koramil GBA Sertu Kustriandi mengungkapkan, kami dari Koramil, sesuai dengan petunjuk dari Komando atas, bahwa digerakkan seluruh personil Babinsa dalam membantu penanganan karhutla agar tidak terjadi di Kecamatan Gunung Bintang Awai. Pada intinya kami siap bekerjasama untuk mengatasi bencana kekeringan dan karhutla ini.

Damang GBA Yurda Nanto, SH menegaskan, kami dari jajaran kelembagaan adat sebagai mitra pemerintah, siap menghimbau kepada mantir-mantir adat yang ada di desa-desa, untuk bersama-sama menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Ketua DAD GBA Wait Hodi menghimbau kepada masyarakat sesuai instruksi Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah tentang bahayanya kebakaran hutan dan lahan dan kami menyambut baik apel gabungan siaga bencana kekeringan dan karhutla ini. Bahayanya kabut asap akibat kebakaran tersebut. Kami siap membantu.

Sementara itu Damkar PT. Kalimantan Barito Persada (KBP) Ilhan Saputra Siregar, hari ini kita melaksanakan apel bersama dan kita membawa peralatan pemadam kebakaran. Kita ada 15 orang personil yang siap membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk masalah kebakaran hutan dan lahan ini kita dari PT KBP siap membantu masyarakat. Bukan cuma di lingkungan perusahaan kita, tapi kita siap membantu di lingkungan masyarakat. Kita juga di perusahaan setiap hari mensosialisasikan kepada karyawan, bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan ini sangat berbahaya", ucapnya.

Kades Tabak Kanilan Narwasta mengatakan, pada prinsipnya disini kami mewakili Kepala Desa se  Kecamatan Gunung Bintang Awai, siap membantu mengatasi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Siap mendampingi MPA desa yang melaksanakan kegiatannya. Untuk MPA di Desa Tabak Kanilan berjumlah 25 personil dan siap membantu, dan alat pemadamannya ada baik secara tradisional maupun semi modern.

Sedangkan Kades Ngurit Welison mengatakan, seperti diketahui dari laporan BPBD Barsel, bahwa di Desa Ngurit terdapat titik hotspot tertinggi nomor satu di Barito Selatan. Sehubungan dengan titik hotspot yang dikirimkan oleh pak Camat lewat WA kepada kami. Langsung cek dan setelah kami cek ternyata titik hotspot tersebut masuk di Jalan arah Desa Malungai Raya, posisi titik api hampir perbatasan dengan Desa Malungai Raya.

Disana ada kegiatan warga membersihkan lahan jagung mereka. Segera dilakukan koordinasi dilokasi tersebut,  ternyata api sudah padam.
Hanya sebatas membersihkan lahan jagung saja, tidak merembet ke sana kemari.

Desa Ngurit sendiri sudah mempunyai MPA dengan personil 15 orang dan kami juga sudah pernah mendapatkan bantuan alat pemadam kebakaran dari Pemerintah provinsi meskipun itu sudah cukup berusia. (Saprudin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak