Buntok - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan dr. Dadang Baskoro Nugroho, SpPD Finasim mengatakan, berdasarkan rapat yang digelar di kantor bupati terkait dengan status tanggap darurat Karhutla, tahap 2, maka Dinas Kesehatan diinstruksikan Pak Bupati langsung tadi, supaya kita tanggap responsif, salah satu keluhan teman-teman di lapangan terkait dengan penggunaan masker.
"Kalau masker bedah, untuk posisi yang berada di Garda depan kurang maksimal. Jadi nanti supaya mereka mendapatkan dan memakai masker N95. Maka kami membagikan masker N95 ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, untuk tahap awal ini ada 900 picis. Jadi 150 dari rumah sakit dan 750 picis dari Dinas Kesehatan. Ini Insyaallah bisa dimanfaatkan sehingga teman-teman yang berada di Garda depan memadamkan api lebih aman, lebih septy ketika melakukan aktivitasnya di lapangan.
Untuk masyarakat nanti kita juga akan siapkan. di APBD-perubahan ada Rp150.000 masker, baik masker bedah maupun masker N95.
Dari DPRD Kabupaten Barito Selatan, kita ditargetkan ada 150 PCS masker untuk masyarakat, namun itu ada dianggaran perubahan 2026 ini", ujar dr. Dadang.
Sementara Kepala BPBD Barito Selatan Agus In'yulius mengatakan, kami dari tim posko karhutla mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan.
Apa yang telah dilakukan terkait dengan upaya-upaya terhadap kondisi kita sekarang sangat membantu kami di lapangan.
Sebagaimana diketahui dalam beberapa hari ini nilai kualitas atau indeks kualitas udara kita sudah mencapai 700-800, sehingga itu sudah sangat berbahaya.
Maka dengan adanya bantuan masker N95 dari Dinkes Barsel ini sangat membantu petugas di lapangan sebab kualitas udara saat memadamkan api itu sangat buruk sekali . (Saprudin)