Suplai Oksigen Harus Diperbanyak Di Puskesmas


Buntok - Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan Dr. H. Lisawanto, SE ME MBA mengatakan, sehubungan dengan kabut asap yang semakin pekat saat ini, maka pihak RSUD Jaraga Sasameh Buntok dan Puskesmas-Puskesmas, harus bersiap, khususnya ketersediaan oksigen sebagai persiapan pasien ISPA.

Oksigen tersebut harus tersedia dalam jumlah yang cukup, mengingat pasien ISPA pasti akan meningkat seiring memburuknya kualitas udara.

Kemudian juga tempat penampungan pasien ataupun kamar khusus ISPA juga harus tersedia atau harus siap. Selanjutnya juga Dinas Kesehatan diharapkan agar dapat membagikan masker kembali kepada masyarakat.

"Namun yang lebih penting dari itu harus ada antisipasi penyakit atau pasien ISPA dan harus tersedianya oksigen hingga ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di wilayah Barito Selatan, jangan sampai kosong. Artinya jangan hanya di rumah sakit tapi juga di puskesmas-puskesmas, dan syukur alhamdulillah saat ini sudah ada rumah oksigen gratis di Jalan Pembangunan.

Namun itu untuk masyarakat perkotaan saja, yang paling kita khawatirkan ini adalah masyarakat di desa-desa, yang sumber asap karhutlanya dekat dengan masyarakat.

Sehingga kabut asap itu sangat mengganggu masyarakat di sana. Jadi desa-desa yang lebih dekat dengan titik Asap harus tersedia oksigen khususnya di Puskesmas.
Maka suplai oksigen harus lebih banyak di puskesmas-puskesmas, karena dekat dengan sumber asap kebakaran hutan dan lahan. Karena bau asap sangat menyengat sehingga perlu diantisipasi di daerah yang terdampak langsung kebakaran hutan dan lahan", ujar H. Lisawanto, Selasa 1 Septerber 2026 di kantornya.

Ditambahkan Politisi Partai Gerindra ini, termasuk tenaga kesehatannya juga harus diperhatikan dan harus siap untuk memberikan pertolongan pertama.

Kemudian untuk mengatasi karhutla harus ada partisipasi dari masyarakat. Sebab TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, itu sudah bekerja maksimal dan perlu partisipasi dari masyarakat untuk memadamkan dan mencegah karhutla.

Karena masyarakat sebagai ujung tombak. Masyarakat yang punya kebun dan lahan agar memelihara dan menjaga lahan kebunnya dari kebakaran hutan dan lahan, menjaga kebun dari kebakaran. Maka dari itu dihimbau kepada masyarakat yang punya lahan agar menjaga lahannya agar tidak terbakar. Kemudian masyarakat juga harus aktif melaporkan jika ada terjadi  karhutla ke 113 dan 110. Agar cepat diketahui, sebelum api membesar. (Saprudin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak