FAKTA KABAR KALIMANTAN

BERITANYA AKURAT & TERPERCAYA

Dr. H. Lisawanto : Masyarakat Dirugikan, Dampak Pemadaman Listrik Sangat Luas


Buntok - Sebanyak 33.921 pelanggan PLN (Berdasarkan data Desember 2024, karena data terbaru belum rilis, dan PLN tidak menyebutka berapa data pelanggan saat ini) se Barito Selatan yang dirugikan akibat pemadaman listrik bergiliran ini.

Kenapa dirugikan, karena banyak dari pelanggan tersebut yang merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti mesin pembuat roti tidak jalan dan mesin usaha UMKM lainnya juga tidak jalan, ekonomi tidak jalan, warung makan, pasar bahkan rumah tangga juga ikut dirugikan. Alat elektronik rumah tangga banyak yang rusak akibat mati lampu, seperti mejicjer, TV, kulkas dan lainnya.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Barsel Dr. H. Lisawanto, SE ME MBA saat penyampaikan aspirasi atau demo damai masyarakat di ruang rapat gabungan komisi di DPRD Barsel, Senin 3 Agustus 2026.

Penyampaian aspirasi tersebut di kordinatori oleh Jailani, dihadiri  Wakil Ketua DPRD Barsel Ideham dan sejumlah anggota Dewan. Juga dihadiri Rusda Basofi Asmen Transaksi Energi PLN Cabang Kapuas, Kepala PLN UPL Buntok Vivin Aprianor dan jajarannya.

Dikatakan H. Lisawanto, jadi dampak pemadaman listrik bergilir ini sangat luas dan luar biasa, apalagi matinya dalam waktu yang cukup lama bisa sampai 6- 7 jam, bahkan kadang-kadang mati 2 kali sehari. Jadi akibat pemadaman listrik dari PLN ini sangat merugikan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi jadi kurang bagus.

"Maka dari itu, saya minta ada komitmen dari pihak PLN untuk segera mengakhiri pemadaman bergilir ini, khususnya di Barito Selatan. Padam listrik sudah belangsung cukup lama. Sampai kapan yang hidup mati, hidup mati ini.
Supaya kita tidak bingung.

Kami rapat  pendapatan asli daerah (PAD) saja semakin bingung. Masyarakat pendapatan yang menurun akibat listrik padam. Bagaimana meningkat membayar pajak UMKM. Padahal itu salah satu sumber PAD sektor UMKM.
Semua sektor terdampak, ada efek semua. Jadi ini tolong kerja kita semua.
PLN ini harus memberikan kepastian. Karena itu ada hubungannya dengan produk ekonomi", ujar Ketua STIE Dahani Dahanai Buntok ini. (Saprudin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak