Bangun Jembatan, Buka Isolasi Antardesa.Tahun Depan Akan Dapat 2.500 Unit Program Bedah Rumah


Buntok - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) terus berupaya mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka isolasi wilayah pedesaan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pengajuan usulan pembangunan sejumlah jembatan gantung serta program perbaikan kualitas hunian masyarakat ke pemerintah pusat.

Kabar baik tersebut dikonfirmasi telah mendapat persetujuan pusat dan dijadwalkan mulai terealisasi pada tahun anggaran 2027 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, di sela-sela perhelatan peringatan HUT ke-67 Kabupaten Barito Selatan di Buntok, Senin (21/9/2026).

Ia menyebutkan bahwa usulan infrastruktur ini dikawal langsung oleh pimpinan daerah ke tingkat pusat. “Beberapa waktu lalu Pak Bupati bersama Bu Sekda menyampaikan langsung usulan tersebut, dan Alhamdulillah diterima. Ada beberapa lokasi jembatan gantung yang rencananya akan dibangun tahun depan,” kata Khristianto.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Barito Selatan mengusulkan skema Pembangunan Jembatan Garuda. Program strategis ini mengedepankan kolaborasi lintas instansi, di mana pengerjaan konstruksi utama jembatan akan ditangani langsung oleh Mabes TNI AD, sementara pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur penunjangnya.

“Jadi nanti yang membangunnya pihak Mabes TNI AD, kita mendukung untuk pembangunan pondasinya,” ujar Khristianto menjelaskan pembagian peran dalam proyek interkoneksi antardesa tersebut.

Jembatan gantung tersebut rencananya akan dibangun untuk menghubungkan beberapa desa yang saat ini masih harus menggunakan sarana penyeberangan sungai.

Selain fokus pada penguatan konektivitas darat, Pemkab Barito Selatan juga mengamankan alokasi bantuan sosial sektor perumahan. Pada tahun 2027, wilayah setempat dipastikan kembali menerima bantuan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Tahun depan kita akan kembali mendapatkan bantuan program bedah rumah, rencananya sebanyak 2.500 unit,” tutur Khristianto.

Melalui sinergi pembangunan jembatan gantung dan penyediaan hunian layak ini, perekonomian warga desa di Barito Selatan diharapkan dapat bergerak lebih cepat seiring makin mudahnya mobilitas barang maupun jasa. (Saprudin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak