Asap Karhuta di Barsel Kembali Makan Korban, ASN Meninggal Dunia Diduga Akibat Sesak Nafas

Buntok - Setelah bayi umur 6 bulan menjadi korban, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah, kembali memakan korban.
Kali ini korban seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) P3K Barsel berinisial RY (40), meninggal dunia diduga akibat sesak nafas, Kamis (15/10/26) sekitar pukul 15.00 WIB di IGD RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’Yulius, S.T., M.T. saat melakukan press release, dikantornya Jumat (16/10/26).

Dirinya menerangkan kronologis kejadian, setelah pulang kerja almarhum mengalami sesak nafas lalu pulang kerumah. Namun, karena sesak nafas semakin parah sehingga akhirnya dilarikan ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Barsel.

"Setelah dilakukan perawatan di RSUD, tidak lama almarhum meninggal dunia. Ini diduga memang ada hubungannya dengan kondisi atau kualitas udara yang terjadi di Barsel," ungkap Agus.

Dirinya juga mengungkapan bahwa, almarhum merupakan relawan pemadam karhutla di Barsel namun, saat kejadian bukan hari jadwal almarhum melaksanakan tugas.

"Almarhum tinggal di Jl.Ibunda VI, Buntok, namun dimakamkan di Kelurahan Pendang, Kecamatan Dusun Utara, Barsel," terangnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Barsel, dr Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, FINASIM menambahkan, almarhum datang ke IGD RSUD dengan keluhan sesak dengan semua.

"Setelah dilakukan penanganan diketahui salah satu faktor ada gangguan di paru-paru dengan jantungnya. Ketika sudah dilakukan penanganan sekitar dua sampai tiga jam, tapi tidak tertolong dan meninggal di IGD kemarin," ucapnya.

Ia menambahkan, sejak bulan Agustus lalu di Barsel sudah ada beberapa pasien yang meninggal akibat pneumonia.

"Kematian pada bulan Agustus ada 3, September 2 dan Okober 2 orang, itu akibat pneumonia tersebut, seiring dengan terjadinya peningkatan kasus," pungkasnya. (Saprudin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak