Titik Hotspot Di Kalahien - Madara, KM 9 - KM 42 Jalan MUTU dan Sababilah - GBA. Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan

Buntok - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel Ir. Agus In'yulius, ST MT mengatakan, bahwa di Barito Selatan titik hotspot masih bertahan, tidak mengalami kenaikan dan tidak mengenai penurunan. Daerah yang titik hotspotnya lebih banyak adalah daerah Desa Madara sampai ke Kalahien Kecamatan Dusun Selatan.

"Titik-titik yang rawan itu adalah dari Kalahien sampai ke Madara, KM 9 sampai dengan KM 42 Jalan PT MUTU, dan daerah Sababilah sampai ke Gunung Bintang Awai. Kami cek beberapa hari terakhir ini, jadi 3 ruas itu yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun yang paling tinggi itu adalah dari Kelahien sampai ke Madara. Sampai hari ini titik hotspotnya masih tinggi.

Untuk indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Barito Selatan sangat tinggi sekali ada di angka 921 per hari ini. Sementara normalnya dibawah 100.
Meskipun titik hotspot secara umum Barito Selatan  berada di peringkat menengah Kabupaten, setelah Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Pulang Pisau, Seruyan, baru Barito Selatan", ujar Agus saat ditemui media ini di kantornya, Selasa 6 Oktober 2026.

Dikatakannya, petugas atau personil masih terus turun kelapangan, baik dari Polres Barito Selatan, Kodim 1012 Buntok maupun dari BPBD Barsel dan OPD lingkup Pemerintah Daerah dan Masyarakat Peduli Api (MPA), masih terus mengatasi karhutla. Kalau ada titik api segera turun ke lapangan.

Sementara itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan. Ada 2 posko yakni di Palangkaraya dan di Banjabaru. Kalau dari Palangkaraya tidak bisa terbang pesawatnya, maka dari Banjarmasin.

Kemarin Senin 5 Oktober 2026, pada pukul 13.00 sampai dengan 15.25 wib, pihaknya melakukan OMC di atas Barito Selatan dan Barito Utara. Mudah-mudahan setelah OMC tersebut di wilayah Barito Selatan segera turun hujan. (Saprudin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak