Buntok - Camat Karau Kuala Adriansyah, MSi mengatakan untuk mengatasi Karhutla ada dua strategi yang diusulkan yaitu strategi jangka panjang dan strategi jangka pendek.
Jangka panjangnya adalah mengusulkan pembangunan sumur bor, embung dan sekat bakar di daerah-daerah yang rawan karhutla, seperti di Desa Malitin, Janggi dan Kelurahan Bangkuang.
Untuk mencegah kebakaran api maka disitu perlu dibuat sekat bakar yang cukup luas dan panjang dan penyediaan sumber air karena pada saat kemarau sumber air sangat sulit.
Ditambahkan Adriansyah, jangka pendeknya adalah memperkuat masyarakat peduli api (MPI) yang ada di semua desa dan kelurahan khususnya di Kecamatan Karau Kuala dengan mensupport mereka dengan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, baik dari mesin, alat pelindung diri (APD) dan kelengkapan lainnya.
"Mudah-mudahan jangka pendeknya, kebakaran karhutla tahun ini bisa berakhir dan bisa kita tangani dan yang lebih penting adalah antisipasi jangka panjang, untuk menghambat terjadinya karhutla di masa yang akan datang", ujar Camat Adriansya, usai mengikuti rapar Karhutla di Aula Kantor Bupati, Senin, 26 Oktober 2026. (Saprudin)