Buntok - Pj. Sekda Barito Selatan yang juga Kadis PUPR Kabupaten Barito Selatan Dr. Ita Minarni, ST MT mengatakan, pihaknya sedang membangun kolam penampungan air di daerah rawan atau daerah yang sering kebakaran hutan dan lahan (kebakaran berulang-ulang) untuk memudahkan mobil pemadam kebakaran mengisi air.
"Kolam penampungan air ada 6 titik di daerah yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang-ulang. Yaitu di daerah Desa Pararapak, Madara, Masimpun, Danau Jutuh, Kalahien. Di situ terjadi kebakaran yang berulang-ulang", ujar Dr. Ita Minarni, ST MT usai mengikuti rapat perpanjangan status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan, tahap III di Aula Kantor Bupati Barito Selatan, Jumat 2 Oktober 2026.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri. ST MM dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta para Asisten dan kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan undangan lainnya.
Dikatakan Ita, kolam itu untuk penanganan karhutla. Parit-parit itu kita dalami, mudah-mudahan disitu ada air. Kalau tidak ada airnya, segera pindah ke tempat lain yang ada airnya.
"Saya sudah bilang kepada tim. Apabila tidak ada airnya, tidak perlu dilanjutkan, dan pindah ke tempat lain, mudah-mudahan ada airnya, dan sekarang tim sudah bekerja.
Kolam penampungan air dimaksudkan, supaya nanti apabila ada kebakaran, maka mobil pemadam bisa ke situ untuk mengisi air.
Karena selama ini, mobil pemadam kesulitan mendapatkan air dan kalau pun ada, itu jaraknya terlalu jauh.
Dibuat 6 titik atau 6 kolam penampungan air untuk mengatasi karhutls. Posisinya di pinggir jalan dan dilihat sumber airnya, dan mobil truk bisa masuk untuk mengambil air", tutup Kadis PUPR Barsel ini. (Saprudin)