Buntok - Menanggapi keluhan warga yang disampaikan Ahmad Riadi yang diunggah di media sosial terkait kerusakan jalan menuju Muara Malungai dan Malungai Dalam, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, maka pihak Kecamatan GBA, langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Pemerintah Desa, BPD, Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan, Forkopimcam, dan Warga Desa, di Balai Pertemuan Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Selasa, 7 Juli 2026.
Di dalam unggahan video tersebut, Ahmad Riadi yang mengaku sudah tinggal 5 tahun di Desa itu, namun ruas jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan. Padahal APBD Barsel capai Rp. 1,668 triliun.
Camat Gunung Bintang awai ARMADI, ST., MM selaku pengundang dan pemimpin Rapat Koordinasi menyampaikan terima kasih Kepada Kepala Desa Bintang Ara beserta Perangkat Desa dan BPD yang telah memfasilitasi pertemuan di Muara Malungai / Malungai Dalam yang juga merupakan Desa Bintang Ara RT. 3 dan RT.4, sedangkan RT. 1 dan RT.2 nya ada di Desa Bintang Ara.
Dalam pengantar kata sekaligus membuka acara Rapat, Camat GB.Awai menjelaskan bahwa tujuan dilaksankannya Rapat Koordinasi di tengah-tengah masyarakat Malungai dalam menyampaikan bahwa ingin memberikan informasi untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya supaya masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam menafsirkan pemberitaan atau unggahan di social media untuk kondisi infrastruktur jalan Malungai Raya dan Malungai Raya menuju Malungai Dalam Desa Bintang Ara
"Dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin dan kehati-hatian dalam ber-sosial media untuk selalu mengedepankan data dan fakta dilapangan untuk membangun komunikasi yang baik lebih dahulu dengan BPD dan Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Dinas Instansi yang terkait supaya kita jangan sampai mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yg belum terverifikasi", Camat Armadi, seraya menambahkan, bahwa APBD Barsel tahun 2026 ini hanya sebesar Rp, 1,3 triliun, bukan Rp. 1,668 triliun seperti didalam unggahan vidio. Dan ruas jalan tersebut hampir setiap tahun di tangani oleh Dinas PUPR Barsel, bahkan pada tahun 2026 ini pun juga telah dianggarkan, namun karena efisiensi sehingga belum adan proyek yang di kerjakan.
Setelah dibuka oleh Pimpinan rapat, mempersilahkan langsung diputar unggahan Video melalui social media tersebut untuk sama-sama di dengarkan dan disimak peserta Rapat koordinasi dan juga Camat memohon serta mempersilahkan orang yg membuat Vidio tersebut yang juga hadir, untuk menjelaskan kepada Peserta Rapat mengenai kronologis sampai termuatnya dokumen video tersebut.
Dan dari perkenalan si pembuat video tentang Jalan di Muara Malungai / Malungai Dalam, dapat di ketahui bahwa yang bersangkutan bernama AHMAD RIADI asal Kota Barabai Kalimantan Selatan yang juga pernah bermukim di Kota Pangka Raya dan merantau ke Desa Malungai untuk berusaha sebagai Tukang dan berdomisili di Malungai Dalam RT.3.
Di akhir acara Camat GB. Awai menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Kepala Dinas PUPR Kab. Barsel yang langsung menurunkan Tim Survey atas pemetaan titik Jalan yang rusak di jalan Malungai tersebut dan ini adalah Bukti Hadirnya Pemerintah di tengah-tengah masyarakat, baik Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten.
HASIL RAPAT
1. Saudara Ahmad Riadi (Emi Riadi) menjelaskan bahwa video yang diunggah mengenai kondisi akses jalan Desa Malungai Raya menuju Sub Desa Bintang Ara dibuat sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan, bukan sebagai ujaran kebencian maupun upaya untuk menyudutkan pihak tertentu.
2. Saudara Ahmad Riadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video tersebut di media sosial.
3. Seluruh peserta rapat sepakat agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap dilakukan secara santun, bertanggung jawab, dan mengedepankan koordinasi dengan pemerintah serta instansi terkait.
4. Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta instansi terkait akan terus melakukan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing dalam rangka percepatan penanganan akses jalan Desa Malungai Raya menuju Sub Desa Bintang Ara.
5. Perwakilan Dinas PUPR menyampaikan bahwa usulan perbaikan jalan telah menjadi perhatian dan akan terus diperjuangkan sesuai mekanisme perencanaan, penganggaran, serta kewenangan pemerintah.
6. Dalam rapat disampaikan rencana penanganan terhadap 14 (empat belas) titik kerusakan jalan pada ruas Desa Malungai Raya menuju Malungai Dalam (Sub Desa Bintang Ara), yang direncanakan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 sesuai dengan ketentuan, kewenangan, dan ketersediaan anggaran.
7. Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, BPD, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjalin kerja sama dalam menjaga, memelihara, serta mendukung pembangunan infrastruktur jalan demi kepentingan masyarakat.
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Gunung Bintang Awai, Wakapolsek GBA, Babinsa, Kades Ara, Ketua BPD Bintang Ara, Perangkat Desa Bintang Ara, anggota BPD Bintang Ara, pembuat video dan masyarakat Desa Bintang Ara.
Sementara Wakapolsek GBA Ipda Edi menyampaikan harapan supaya masyarakat tetap aman, kondusif dan kalau ingin melaksanakan aksi harus menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan, dan melakukan koordinasi dengan pihak Pemdes, Kec dan Polsek GBA.
Kades Bintang Ara Jhon Edy mengatakan, jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, baik masyarakat yang bekerja, anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang mengangkut hasil bumi, pelayanan kesehatan dan akses ekonomi masyarakat.
Kami Pemerintah Desa mengucapkan permohonan maaf atas kegaduhan dan kondisi jalan tersebut tapi itulah adanya. Namun demikian kami berharap jalan dimaksud menjadi prioritas pembangunan mengingat pentingnya akses jalan itu.
Ahmad Riady mengatakan hanya bisa bersuara di media sosial, meminta perbaikan jalan Malungai Raya dan Malungai Dalam.
(Saprudin)