Buntok - Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Barito Selatan Eka Surya Thano, SE, MM mengatakan, berbagai bantuan disiapkan Dikskan Barsel, untuk para nelayan. Pada tahun anggaran 2026 ini Diskan Barsel masih tetap akan memberikan bantuan kepada para petani nelayan yang ada di Barito Selatan, berupa benih ikan, pakan ikan dan alat tangkap ikan seperti jaring, jala dan jaring apung serta lain-lainnya.
Kemudian tambah Kadis, juga akan diberikan bantuan seperti halnya petunjuk Bapak Bupati Barito Selatan dan Bakil Bupati Barito Selatan, berupa sarana alat tangkap ikan yang lebih representasi seperti Kelotok Ces atau perahu bermesin untuk para nelayan.
"Rencananya ada sekitar 100 unit kelotok ces yang akan disiapkan untuk nelayan. Jika pada tahun 2025 lalu telah dilaksanakan dan dibagikan sebanyak sekitar 50 unit kelotok ces kepada para nelayan yang diberikan untuk nelayan di Desa Baru, Danau Sadar dan Kelurahan Buntok Kota. Maka pada tahun 2026 ini sebanyak 100 unit diperuntukkan untuk nelayan. Namun belum ditentukan sebarannya kemana, masih menunggu petunjuk bapak Bupati dan Wakil Bupati Barsel", ujar Eka Surya Thano, kepada wartawan di ruang kerja, Jumat 9 Januari 2026.
Ditambahkan Mantan Kadis PMD Barsel ini, dengan dana untuk pengadaan kelotok tersebut senilai 1 miliar rupiah. Kemudian untuk pengadaan pakan, bibit ikan, dan alat tangkap ikan sekitar 2,6 miliar rupiah. Dana Dinas Perikanan Barsel Tahun Anggaran 2026 ini sangat terbatas, sekitar 10,3 miliar, tetapi 6,4 miliar sudah habis untuk gaji ASN Dinas Perikanan Barsel. Sisanya untuk operasional dan kegiatan lainnya serta pengadaan bantuan perikanan tersebut.
Selanjutnya, kata mantan Kadis Kominfo Barsel ini, pada tahun 2026 ini juga Dinas Perikanan tetap akan melaksanakan pasar murah dengan menyediakan ikan yang harganya lebih murah dari harga pasar. Rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dimulai pada bulan Februari 2026 nanti, akan menjual ikan nila dan ikan patin hasil budidaya ikan di jaring apung Desa Danau Sadar.
"Juga ada pelatihan yang merupakan kerjasama dengan PT Adaro, Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan IPB Bogor.
Kemudian ada juga pelatihan untuk anak-anak dan istri petani nelayan ikan,
seperti pengolahan ikan sisa penjualan. Karana ikan yang dijual tidak mesti habis terjual. Seperti membuat ikan kering dan kerupuk ikan serta Amplang, sehingga mempunyai nilai tambah bagi mereka. Maka ikan-ikan yang tersisa dari penjualan tersebut tetap dimanfaatkan dan mempunyai nilai tambah. Dan instrukturnya akan bekerjasama dengan pihak dari Tanjung Kalimantan Selatan. (Saprudin)