Buntok - Kebutuhan pembangunan, khususnya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penanganan permasalahan sosial, dihadapkan pada keterbatasan kapasitas anggaran daerah akibat menurunnya Dana Bagi Hasil dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya menjajaki sumber pendanaan alternatif yang sah. Salah satu upaya tersebut adalah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015, yang memungkinkan pembangunan dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien melalui pembagian peran dan risiko.
Demikian dikatakan Bupati Barsel Dr. H. Eddy Raya Samsuri, ST MM saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027 di Kecamatan Dusun Selatan
Tahun 2026, Jumat 6 Februari 2026.
Kegiatan itu dirangkai dengan peresmian Aula Kantor Kecamatan Dusun Selatan. Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah, dari Dinas Koperasi UKM dan Perindag Barsel dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Barsel.
Selain dihadiri langsung oleh Bupati Barsel Dr. H. Eddy Raya Samsuri dan Ketua TP PKK Barsel Dr. Hj. Permana Sari Eddy Raya. Juga dihadiri Wakil Bupati Khristianto Yudha, ST dan isteri yang juga Pj. Sekda Barsel sekaligus Kadis PUPR Barsel Dr. Ita Minarni, ST MM, Ketua Tim Musrenbang Barsel yang juga Kepala Inspektur Barsel Yuristianti Yudha, SHut MM CGCAE, Forkopimda dan sejumlah pejabat lainnya. Camat Dusun Selatan Achmad Mutahir, SAP MAP, dan Forkopimcam, Lurah dan Kades serta undangan lainnya.
Juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Barsel Ideham dan Anggota DPRD Barsel seperti H. Sudiarto, H. Lisawanto, H. Raden Sudarto, H. Irawansyah, Furliani Thea dan Hj. Enung.
"Dalam kondisi keterbatasan tersebut, kebijakan penganggaran akan berpedoman pada prinsip money follows program, yaitu memprioritaskan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat", ujar Bupati.
Dikatakan Bupati sudah ada investor atau perusahaan swasta nasional yang menyanggupi pembiayaan pembangunan Barito Selatan hingga Rp. 500 miliar rupiah. Dan beberapa waktu lalu sudah melakukan peninjauan lokasi pembangunan seperti rumah sakit, stadion, pasar dan pelabuhan. (Saprudin)