Buntok - Untuk menyerap aspirasi dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan, maka Anggota DPRD Barsel melaksanakan reses, pada tanggal 7,8 dan 11 s/d 14 Februari 2026 selama 6 hari, di enam Kecamatan se Barsel.
Resen itu menghasilkan aspirasi masyarakat (Asmara) sejumlah 835.
Demikian di Laporkan Juru Bicara DPRD Barsel Mastini, dalam Rapat Paripurna DPRD Barsel, Senin 30 Maret 2026.
Dikatakannya, berikut ini adalah rangkuman aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan:
1. Bidang Pendidikan: Pembangunan dan rehabilitasi sekolah (contoh: Madrasah, SD, SMP, SMA) di berbagai desa. Penambahan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan. Bantuan sarana pendidikan, seperti buku dan seragam sekolah.
2. Bidang Kesehatan: Penyediaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis (contoh: Puskesdes, Puskesmas). Penambahan tenaga medis dan paramedis. Pembangunan sarana kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan posyandu.
3. Bidang Infrastruktur: Rehabilitasi jembatan dan jalan di berbagai desa. Penyediaan air bersih dan pembangunan siring penahan abrasi. Peningkatan akses listrik dan perbaikan jaringan telekomunikasi. Fasilitas umum lainnya seperti penerangan jalan umum (PJU).
4. Bidang Keagamaan dan Fasilitas Sosial: Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas keagamaan (contoh: masjid, gereja) di berbagai desa. Peningkatan pusat kegiatan masyarakat dan aula serbaguna. Penyediaan alat ibadah dan fasilitas sosial.
5. Bidang Perekonomian: Bantuan untuk nelayan, peternak, dan petani. Penetapan dana untuk pengembangan ekonomi, seperti kawasan industri. Dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).
"Berdasarkan rangkuman aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses DPRD Kabupaten Barito Selatan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa isu utama yang menjadi perhatian masyarakat.
1. Bidang pendidikan, Pemerintah Daerah perlu memberikan perhatian khusus terhadap penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai serta peningkatan kualitas guru dan Penyebaran Tenaga Pendidik yang merata.
2. Bidang kesehatan, perlu dilakukan pembangunan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta penempatan tenaga kesehatan yang mengutamakan daerah yang kekurangan atau terperinci.
3. Bidang infrastruktur, pembangunan jalan desa, jalan penghubung antar desa, perbaikan jembatan, pembangunan dan rehabilitasi cekdam dan irigasi, bedah rumah, PLN dan penerangan jalan serta peningkatan kualitas jalan dan pencahayaan, dan pasar yang memadai harus menjadi prioritas.
4. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu dilakukan pemberdayaan ekonomi melalui program pelatihan dan pendampingan usaha, serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung usaha. Bantuansosial dan hibah juga perlu ditingkatkan.
5. Perlindungan lingkungan juga menjadi hal yang penting, dengan perlu dilakukan pembuatan siring/bronjong sungai akibat longsor, perlindungan lingkungan, pembersihan sungai dan danau. Dan terakhir, perlu dilakukan pengembangan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat", ujar Mastini. (Saprudin)