Buntok - Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan H. Raden Sudarto atau H. Alex mengatakan, Barito Selatan ini jangan hanya melihat tongkang Batubara yang lewat atau jadi penonton, tapi harus ada pendapatan dari situ. Pasalnya potensi daerah untuk pemasukan dari sektor angkutan batubara melalui sungai Barito yang diangkut oleh tongkang itu cukup besar, dan masyarakat pun jangan hanya menjadi penonton dan hanya mendapatkan imbas dari air sungai yang tercemar dan bau serta debu dari tongkang yang lewat.
Dikatakan H. Alex, kepada penngelola tongkang-tongkang yang mengangkut batubara tersebut juga diharapkan dapat menutupi dengan terpal tongkangnya, sebab apabila hari hujan, air langsung kena batubara tersebut dan mengalir ke sungai Barito, sehingga terjadi pencemaran Sungai Barito. Juga kalau hari panas, masalah debu perlu perhatian.
"Kita berharap dengan adanya tongkang batubara ini bisa mendapatkan pemasukan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) misalnya. Dan PAD tersebut dapat digunakan untuk membayar tagihan BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Sebab air Sungai Barito saat ini tentu sudah tercemar dari oleh zat-zat yang membahayakan kesehatan, yang dibawa oleh batubara saat air hujan turun. Kemudian debunya di yang ikut dihirup masyarakat. Selanjutnya dari sisi ekonomi, dulu Sungai ini tempat sebagai pencaharian nelayan. Sekarang dengan adanya tongkang batubara tersebut mencari ikan jadi sulit.
"Oleh karena itu kepada dinas terkait agar dapat memberikan himbauan supaya tongkang tongkang batubara tersebut ditutup terpal. Selanjutnya untuk pendapatan daerah meskipun saat ini belum ada aturan yang mengatur hal itu tetapi harusnya ada kebijakan dan kesepakatan dari pemerintah daerah dan pihak pengelola tongkang batubara tersebut agar ada pendapatan dari sektor tersebut. Selama ini belum ada pendapatan dari sektor itu", ujar H. Alek kepada wartawan di Buntok baru-baru ini.
Jadi intinya tegas Kader PDIP Barsel ini, Barito Selatan jangan hanya jadi penonton melihat tongkang tongkang batubara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kepada dinas terkait dihimbau agar melakukan pemeriksaan kadar air baik Ph maupun zat yang terkandung di air sungai Barito. Harus dilakukan uji lab. Sejauh mana pencemaran air Sungai Barito tersebut?
"Sebab kalau kita lihat secara kasat mata, air Sungai Barito tersebut saat ini sudah keruh dan kotor. Kalau dulu masih bersih", tutupnya. (Saprudin)